Beri Kami Kemampuan Membaca Tanda Tanda
Taufik Ismail
Dapatkah kita bayangkan dalam masa lima menit
Harta kita hanyut ketika bendungan Situ Gintung jebol
Dapatkan kita bayangkan dalam waktu setengah jam
Seluruh pemukiman diserbu air dan hancur berantakan
Dapatkan kita bayangkan dalam tiga jam masanya
Seratus orang tewas, seratus hilang jauh hanyutnya
Dapatkah kita bayangkan dalam waktu setengah hari disungai
Lumpur, potongan kayu, bangkai kendaraan bertumpuk tinggi
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
Dan meluncur lewat sela sela jari kita
Ada sesuatu yang sejak dulu tak begitu jelas
Dan sebagai pertanyaan kini bersuara begitu keras
Air mata mengantarkan sedu sedan
Sedu sedan mengantarkan tangisan
Tangisan mengantarkan jeritan
Jeritan anak kehilangan ayah
Jeritan ayah kehilangan anak
Jeritan istri kehilangan suami
Jeritan suami kehilangan istri
Jeritan keluarga kehilangan tiga, empat, lima, enam anggotanya
Maa dzaa aroodallahu bi hadza matsalaa
("Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?") (QS 2:26) -red
Apa gerangan yang diKau kehendaki dari ini umpama
Bilakah gerangan kami mampu membaca tanda-tanda
Tapi.. tapi kita tidak semata-mata tenggelam dalam ratapan
Kita tidak hanya tenggelam dalam kesedihan
Masyarakat ini bangkit dan berbuat menyampaikan pertolongan
Untuk saudara sebangsa yang luluh dalam penderitaan
Apa yang dapat kami sumbangkan kami sumbangkan
Apa yang dapat kami lakukan kami lakukan
Apa yang dapat kami doakan kami doakan
Robbana… luar biasa salah urus bangsa kami !
Bimbing kami menyelesaikan urusan kami
Luar biasa… bertumpuk dosa kolektif kami
Kurniai kami ampunan
Kurniai kami kemampuan membaca tanda tanda
Amin…
Taufik Ismail
Dapatkah kita bayangkan dalam masa lima menit
Harta kita hanyut ketika bendungan Situ Gintung jebol
Dapatkan kita bayangkan dalam waktu setengah jam
Seluruh pemukiman diserbu air dan hancur berantakan
Dapatkan kita bayangkan dalam tiga jam masanya
Seratus orang tewas, seratus hilang jauh hanyutnya
Dapatkah kita bayangkan dalam waktu setengah hari disungai
Lumpur, potongan kayu, bangkai kendaraan bertumpuk tinggi
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
Dan meluncur lewat sela sela jari kita
Ada sesuatu yang sejak dulu tak begitu jelas
Dan sebagai pertanyaan kini bersuara begitu keras
Air mata mengantarkan sedu sedan
Sedu sedan mengantarkan tangisan
Tangisan mengantarkan jeritan
Jeritan anak kehilangan ayah
Jeritan ayah kehilangan anak
Jeritan istri kehilangan suami
Jeritan suami kehilangan istri
Jeritan keluarga kehilangan tiga, empat, lima, enam anggotanya
Maa dzaa aroodallahu bi hadza matsalaa
("Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?") (QS 2:26) -red
Apa gerangan yang diKau kehendaki dari ini umpama
Bilakah gerangan kami mampu membaca tanda-tanda
Tapi.. tapi kita tidak semata-mata tenggelam dalam ratapan
Kita tidak hanya tenggelam dalam kesedihan
Masyarakat ini bangkit dan berbuat menyampaikan pertolongan
Untuk saudara sebangsa yang luluh dalam penderitaan
Apa yang dapat kami sumbangkan kami sumbangkan
Apa yang dapat kami lakukan kami lakukan
Apa yang dapat kami doakan kami doakan
Robbana… luar biasa salah urus bangsa kami !
Bimbing kami menyelesaikan urusan kami
Luar biasa… bertumpuk dosa kolektif kami
Kurniai kami ampunan
Kurniai kami kemampuan membaca tanda tanda
Amin…
(Dibacakan oleh Iwan Fals ditengah dia menyanyikan lagu ‘Indonesia Pusaka’ karyaIsmail Marzuki pada siaran langsung yang ditayangkan Trans TV dan Trans 7 bertajuk ‘Konser Kemerdekaan’ tanggal 17 Agustus 2007)
Indonesia
Indonesiaku
Tempat berkarya
Dan mencurahkan cita
Dalam darahku mengalir asa
Asa yang membara karena cinta
Badai memang pernah datang
Riak gelombang sempat menerjang
Namun engkau tetap
Indonesiaku...
Indonesia Pusaka
Karya : Ismail Marzuki
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Karya : Ismail Marzuki
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Doa Seorang Iwan Fals
(Diucapkan Iwan Fals saat menyanyikan lagu ‘Hadapi Saja’ pada live concert di TVRI tahun 1999 menjelang hari raya Idul Fitri. Lagu ‘Hadapi Saja’ dibuat Iwan Fals untuk mengenang kematian anaknya ‘Galang Rambu Anarki’)
Terima kasih Tuhan
Atas segala yang Kau berikan
Malam ini Kamu cairkan semuanya
Segala kesedihan jadi air mata yang tak menetes
Kami yakin dibalik semuanya ini
Pasti ada kebaikan yang belum kami mengerti
(Diucapkan Iwan Fals saat menyanyikan lagu ‘Hadapi Saja’ pada live concert di TVRI tahun 1999 menjelang hari raya Idul Fitri. Lagu ‘Hadapi Saja’ dibuat Iwan Fals untuk mengenang kematian anaknya ‘Galang Rambu Anarki’)
Terima kasih Tuhan
Atas segala yang Kau berikan
Malam ini Kamu cairkan semuanya
Segala kesedihan jadi air mata yang tak menetes
Kami yakin dibalik semuanya ini
Pasti ada kebaikan yang belum kami mengerti
Terima kasih Tuhan
Segala puji untuk-Mu
Engkaulah yang pantas dipuji
Terima kasih Tuhan
Semoga Kau ampuni dosa-dosa kami
Semoga esok hari kami menjadi ‘fitri’ kembali
Segala puji untuk-Mu
Engkaulah yang pantas dipuji
Terima kasih Tuhan
Semoga Kau ampuni dosa-dosa kami
Semoga esok hari kami menjadi ‘fitri’ kembali
Terima Kasih Yang Dalam
Bagi ALLAH, zat yang maha segala.
Bagi pemerhati & pecinta lagu,
bagi Musica Studio, IFM,
para musisi yang terlibat dalam album ini,
keluarga, tetangga, teman-temanku,
OI & Fals Mania.
Bagimu Negeri....
Semoga kita semua diberkahi
kesehatan & keselamatan
dijauhi dari kesesatan
Dan semoga pula album ini
bisa menjadi teman di kala sepi.
TANAMLAH POHON JANGAN DISAKITI
HINDARI NARKOBA, JAUHI JUDI
JAGA DIRI, JANGAN SOMBONG,
JANGAN BERBOHONG, JANGAN IRI
JANGAN RENDAH DIRI,
BERSEMANGAT & ULETLAH
JANGAN PUTUS ASA,
JANGAN BERHUTANG,
LAPANG DADALAH
PEMAAF, BIJAKSANA
JANGAN MENGELUH,
BANTULAH SESAMA
SERTA BANYAK LAGI KATA-KATA INDAH
YANG HARUS SEGERA KITA BERI MAKNA
DAMAI DIHATI DAMAI DUNIA
SEMOGA
(Iwan Fals)
Doa
Iwan Fals ( Album Suara Hati 2002 )
Berjamaah
Menyebut asma ALLAH
Saling asah saling asih saling asuh
Berdoalah
Sambil berusaha
Agar hidup jadi tak sia sia
Badan sehat
Jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau
Hidup berkah
Penuh gairah
Mudah mudahan ALLAH setuju
Inilah lagu pujian
Nasehat dan pengharapan
Dari hati yang pernah mati
Kini hidup kembali
Iwan Fals ( Album Suara Hati 2002 )
Berjamaah
Menyebut asma ALLAH
Saling asah saling asih saling asuh
Berdoalah
Sambil berusaha
Agar hidup jadi tak sia sia
Badan sehat
Jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau
Hidup berkah
Penuh gairah
Mudah mudahan ALLAH setuju
Inilah lagu pujian
Nasehat dan pengharapan
Dari hati yang pernah mati
Kini hidup kembali

